Showing posts with label pancing sotong. Show all posts
Showing posts with label pancing sotong. Show all posts

Monday, June 29, 2009

Fear of Fish / Phobia terhadap ikan

Fear of fish or ichthyophobia may refer to various cultural phenomena, such as fear of eating fish, or fear of dead fish, as well as to a specific phobia.

Hari ini, saya bertemu dengan satu pemancing yang mempunyai "kelainan" yang sangat unik. Saya menyebut kelainan, karena dia mempunyai phobia yang sangat-sangat jarang ditemui, dan baru kali ini dalam hidup saya menjumpai kasus demikian. Ali (samaran) mempunyai phobia atau ketakutan yang amat sangat terhadap ikan. Tak peduli itu ikan besar maupun ikan kecil. Menurut Ali, sewaktu kecil dia pernah bermimpi dimakan ikan. Dan mulai sejak itu, Ali takut terhadap ikan dan jangankan keberanian untuk memakannya, bahkan melihatnya saja dia takut. Yang uniknya lagi, dia suka mancing.
Today, I met with someone who have "weird" phobia. I called it weird because during my lifetime, this is the first time I'd heard this kind of phobia. Ali (not real name) have the fear of fish phobia, and a very serious one no matter what size the fish is. According to Ali, he had a dream as a child about being eaten alive by fish. And after then, Ali scared of fish, don't say of eating one, he can't even see one. Another weird thing is he likes fishing.

Malam ini, dia main handline mancing sotong di KTM. Strike pertama, cumi jarum ukuran sedang yang langsung ditariknya ke atas tanpa babibu. Untuk tinta cumi jarum gak banyak, kalau enggak, hitamlah kita semua. Selang 1 jam, terlihat dia mulai menarik lagi "sesuatu" yang berat dari dalam laut. Begitu naik kepermukaan, ternyata sotong batu ukuran hampir 2Kg!!! Begitu nampak, Ali langsung teriak,"APA ITU!!!" sambil melempar benang pancingnya ke teman pancing yang berada disebelahnya dan dia lompat ke atas lantai yang lebih tinggi...hahahha....Sayangnya, karena sotong batu kumisnya pendek dan gak menancap dengan sempurna, sotong batu mendapatkan kesempatan hidup sekali lagi...kekeke...
Tonight, he handlined for squid at KTM. First catch was a moderate size aero squid which he pulled without delay. Luckily, aero squid doesn't have much ink, or else we were all covered with black squid ink. After around 1 hour, he was like pulling something heavy from the sea. By the time the thing emerges, it was a Baktao that weight around 2Kg!!! When he saw it, he immediatelly shout,"WHAT'S THAT!!!" and throw his line to somebody next to him and jumped to higher floor...hahahah...but pittily, because Baktao have shorter tentacles and didn't hook nicely to the egi, the squid have a second chance to live...

Aku malam ini, mendapatkan beberapa sotong size sedang dan 1 ekor yang berukuran lebih kurang 1 Kg. Waktu siang hari, kami berhasil memancing beberapa ekor todak yang dibohong dengan umpan udang. Sekarang, aku kehabisan egi Yo-Zuri dan sedang menunggu beberapa teman dari Singapore yang aku kenal dari web untuk membawa pesanan beberapa koleksi egi ke Batam. Di Batam, sangat susah untuk mendapatkan egi keluaran Yozuri, yang ada pun cuman sisa-sisa model lama. Mungkin karena harga yang hanya bisa dibeli oleh kalangan tertentu dan oleh orang yang benar-benar mencintai nyumi. Setelah menggunakan egi bagus, aku seperti kehilangan kepercayaan kepada merek yang lebih murah. Seperti kurang "main"lah. Memang merek tidak begitu bermasalah dibanding teknik, tetapi akan sangat membantu apabila dipadu dengan teknik yang bagus. Sekarang, aku menggunakan egi Yozuri laser color yang mulai menampakkan potensial sebagai cumi killer berikutnya.
I caught some medium sized squid and 1 that weight around 1 Kg. At daytime, we also caught some todak. I had ran out of Yo-Zuri egi and still waiting from friends from Singapore that I know from the web to bring in some new fresh egi which I ask them to help to find. It's very difficult to find this brand in Batam, only some very old leftover. Maybe because of the price that only few people can afford to buy and have high interest in squidding. After using good brand egi, I seemed to lack of confident in using cheaper egi. It just doesn't have the kick. Althought I believe that expensive brands is not a guarantee to strike big compared to good technique, but it will boost the hit rate if combined. Currently, I was using the laser color Yozuri squid jig which was very potential in hitting big fin squid.



Thursday, June 18, 2009

Big Fin Squid in KTM resort, Batam

Trip tanggal 17 Juni 2009 di KTM resort, Batam. Air surut dengan arus kencang dari jam 5 sore sampai jam 12 malam. Turun ke medan perang jam 7 malam dengan tidak mengharapkan hasil tangkapan yang banyak. Arus sangat kencang dan air bergerak surut. Kondisi yang biasanya sangat susah untuk mendapatkan kuantitas sotong yang banyak, tetapi kalau strike, pasti besar-besar. Strategi pertama adalah menurunkan umpan ikan plata yang dipasang di candit sate, dengan harapan apabila ada penghuni di dasar laut, akan lebih cepat terdeteksi daripada menggunakan capela. Casting demi casting dengan hasil nol.
Trip on 17 June 2009 in KTM resort, Batam. Low tide with strong current from 5pm to 12am. Started to fish at 7pm with not much hope in getting strikes. Water current is strong and low tide. A very unsupporting condition to have lots of strikes. But usually in this condition, we'll get lesser in quantity but big in quality. First strategy is to use selar fish as bait in hope of detecting presence of squid faster compared than using egi. Results, zero.


Sekitar jam 9 malam, setelah memastikan kondisi dasar aman dari sangkutan, saatnya menggunakan capela Yo-Zuri (ed. bukan karena mahal, cuman susah dapatnya di Batam, sayang kalau sangkut dikarang). Teknik yang saya diaplikasikan disini adalah teknik 3 times syakuri, dimana capela dihentak 3 kali sehingga bergerak kekanan dan kekiri. Tidak lama, terasa hentakan dijoran, tetapi sayang, begitu ditarik terlepas. Di ulang sekali lagi, dimakan tetapi begitu ditarik, terlepas lagi....tanpa putus asa, dengan moto minimal mesti dicoba 3 kali, capela dilempar ke posisi yang sama, setelah lebih kurang 15 menit, capela disambut oleh sotong semampar sebesar 700gram. Lumayan, setelah beberapa hari absen narik sotong gede. Tak lama narik lagi seekor cumi jarum ukuran sedang. Sang istri kebetulan juga lagi mancing malam itu. Dua ekor sotong yang kupancing dalam waktu lama sekitar 2 jam-an, dikalahkannya dalam 20 menit. 1 sotong semampar ukuran 600an gram dan 1 cumi jarum yang ukurannya lebih besar dari punyaku...maklum, terlalu banyak dosa ngilangin banyak nyawa sotong...wakakaka..
At round 9pm, after making sure the bottom conditions are clear from derby, it's time to use egi from yozuri (ed. it's not about the price, but it's very difficult to find this brand in Batam. It's a big loss if it stucks in corals). 3 times syakuri techniques is applied. It didn't take long to feel the egi taken by squid. When reeled in, the squid escaped from the hook. Tried again, same jerking but the squid managed to escaped from the hook again. Following the motto of 3 times work the wonder, egi casted on the same spot, and in less than 15 minutes, the squid bites hard on the egi. This time, a 700gram big fin squid landed on my lap...not long after that, a moderate size aero squid were also reeled in. The missus who was also there fishing, beaten the squid that I fished for 2 hours in just 20 minutes....sigh...1 big fin of 600grams and 1 aero squid which happen to be bigger than mine...










Teman seperjuangan juga berhasil menarik 1 ekor sotong batu yang bawa kuali kemana-mana karena takut kelaparan...heheh...lumayanlah untuk malam itu dengan kondisi air yang sangat tidak mendukung.
A fishing friend of mine, also packed up with 1 big squid (baktao). The one with short tentacles and hard back...

Sunday, June 14, 2009

Sotong Jager pada muncul di KTM Batam

Hari ini, menurut Tidecomp air mulai bergerak pasang pada jam 8.45 malam. Air sangat tenang tanpa arus. Seperti biasa, acara mancing sotong favorit gua tetap di KTM dong. Rencana pertamanya pengen mancing selar seperti hari-hari sebelumnya. Mungkin karena datangnya sudah hampir jam 6 sore, alhasil, tak ada satu ekorpun yang kebo'ong ama umpan sabiki. Seperti ritual biasanya, diganti umpan capela untuk nipu sotong-sotong di KTM. Lempar sana lempar sini, sampai akhir gua tetap boncos alias nol besar!!! Yang lain juga tidak lebih bagus. Cuman beberapa cuminos saja yang narik. Biarpun jarang, tetapi semuanya size jagger. Yang narik pertama adalah Syahrial dari BFC dengan size 300-an, gak lama istri gua yang narik, dengan size 800gram-an...akhirnya, semua pada narik kecuali gua...apesssss. By the way, karena trip survey ke kelong Acuan kemarin, stamina gua mesti dijoss balik, jadi terpaksa gua pulang early banget sekitar jam 9an. selanjutnya...lihat sendiri di foto...
Today, according to tidecomp, water start to rise on 8.45 tonight. Water is calm with no current. As usual, my favorite squid fishing spot remains in KTM resort. My first event is to jig for selars using sabiki in hoping to pack few kilos back like what I did days before. Apparently, today is just not selar day. Not even a single selar bluffed to bite the hook. Next, sotong time. This was also zero for me. The rest that time, they didn't get any better than me too. After a shortwhile, Syahrial from BFC strike with a big fin squid of around 300gr. Next, it didn't surprise me now, my wife with a larger squid that weight around 800gr...Eventually, everybody strike but me. Due to lack of stamina because of yesterday survey visit to the Kelong, I got back earlier than usual at around 9 o'clock. The rest...see in the following photos...

Syahrial, ke KTM karena ngiler sama FR survey Kelong Acuan
Syahrial, to KTM because tempted by the Fishing Report from Survey

Sang Istri sekarang narik lebih banyak dari suaminya...gapapalah
The missus now strike more than her husband...nevermind

tuh kan, sekarang narik gurita
see, now it's octopus

Yuce dengan cumi jarum kebanggaannya
Yuce with his proud Aero Squid


Pak Joko, veteran sotong dan mancing dasaran dari KTM
"tiada hari tanpa tanda2 ada sotong"
Joko, a veterant in squid and bottom fishing from KTM
"no days without signals from squid"

Mas David, oknum yang pernah kejebur dari pelantar
sekarang sudah jago nyumi
David, who plunged into the sea by accident
now an expert in squidding

tuh kan, sudah jago...sopar jager lebih dari 1 kilo
That proves my words...big fin more than 1 kilo

Beberapa cuminos dengan sotong jager tidak sempat difoto, karena tukang fotonya kehabisan batere, alias ngantuk...
Some photos with big squid were not taken due to cameraman out of stamina, sooo sleepy.

Anyway, tonight is just not my night...yang penting happy lah...

Thursday, June 11, 2009

Musim selar di KTM / Selar season at KTM

Kamis, 11 Juni 2009, KTM resort, Batam
Berdua dengan istri setelah habis mengantar anak ke sekolah Balet, kami segera banting setir menuju toko pancing Daiwa di Nagoya untuk membeli rawai Sabiki Hayabusa size 5, karena sehari sebelumnya berhasil mendapatkan selar lumayan banyak di KTM. Hari ini, kamipun bermaksud untuk ngomset selar lagi.
After sending our daughter to her ballet school, both me and my wife straightly went to a fishing shop at Nagoya to shop for few packs of size 5 Hayabusa Sabiki. We were excited by tons of selar we caught a day before. Therefore, we would like to try our luck again today.


Kami tiba dilokasi sekitar jam 5.30 sore. Segera isi tas dibongkar, dan joran dipasang Hayabusa untuk istri dan saya tetap main egi. Setelah mencoba dibeberapa lokasi, akhirnya ditemukan lokasi ngerumpi selar-selar. Tampak si nyonya lagi sibuk melepaskan ikan satu persatu. Pelan-pelan, terkumpul 20an ekor selar hanya dalam waktu kurang dari 15 menit.
Arrived at around 5.3o in the afternoon, I quickly put all the gears together. Sabiki for the missus and egi for me. After trying on a few potential spot, she found the gathering ground for selars. I saw from a distance that she was busy untying the selars from the hook. Slowly but surely, she already caught 20ods selars withing 15 minutes.

lagi mencari tahu tempat kumpul selar
spotting potential gathering place




sibuk melepaskan ikan sambil ngitung dalam hati
busy unhooking selars while counting by heart

Setelah merasa sudah mulai bosan, istri pun beralih profesi jadi tukang nyumi. Rupanya punya bakat juga nih orang. Banyak yang pada boncos, malahan dia yang asyik naikin sotong terus.
Maybe because she was bored, she changed to fish squid instead. I think for a woman angler, she's quite talented in eging. Most of the guys there caught nothing that night, but she was enjoying her strike one by one.

Gua juga gak mau kalah lah. Joran ganti tangan dan setelah mencoba dan mencoba semua teknik yang ada dalam kamus, akhirnya berhasil juga menaikkan sotong semampar abg 2 ekor. Lumayan, gak malu-malu amat lah. Selain itu, gua juga berhasil menaikkan beberapa ekor selar papan dengan sabiki Hayabusa. Yang uniknya, yang nyambar bukan hanya selar, tetapi ada 1 ekor cumi jarum ukuran lumayan malah ikut meramaikan hiasan di rawai. Nasib-nasib....
Don't want to loose face, I took back the fishing rod from her and applied all the techniques I know in my dictionary. And at last, I caught a couple of small size squids. Not to bad, as not to loose to much to her. Felt enough, I tried to fish with sabiki and managed to put around 10 of them to my fishing bucket. Funny thing happened, a squid strike on my sabiki hook...lucky.

sotong semampar abg nyantol di egi yo-zuri
teenage squid on yo-zuri egi


cumi jarum nempel di Sabiki
squid on sabiki

Cukuplah sudah untuk lauk besok pagi. Jadi ada sedikit variasi lah. Gak sotong terus.
Enough for tomorrow feast. Some new variation not like the usual all-squid-dinner.









Thursday, May 28, 2009

Capella ShowDown

Penasaran beberapa hari ini strike cumi sedikit, seperti biasa, dengan semangat pantang menyerah gw pergi lagi ke KTM dengan harapan tetap mengebu.

Air mulai pasang sejak jam 6an sore, tetapi tidak begitu bersih. Kondisi bulan sabit tanpa angin dan arus pelan. Percobaan tetap menggunakan squid jig dari Daido yang murmer, cuman sekarang tambah koleksinya yang berwarna pink size 3.0. Setelah dicoba berkali-kali, hasilnya aero squid alias thoraks ukuran sedang 2 ekor. Karena gak begitu memuaskan, diganti dengan Daido warna merah size 2.50, dengan hasil hanya cuman 1 ekor thoraks. Frustasi, karena mulai capek tuh tangan mainin capella, nampak cuminos dari Singapore yang punya simpanan capella Yo-Zuri Qseries size imut, 1.8, langsung dicoba turun ke lapangan. Mengejutkan buat saya (yang masih belajar nyumi), sotong-sotong lebih tertarik ke capella yang terkenal mantap dan mahal. Gak peduli mau size baby or jagger. Alhasil, kalah deh Daido kepercayaan gw yang murmer:(.
Nah, diphoto tuh, sotongnya rencananya disuruh masak koki KTM, alias bayar tepung ama minyaknya doank. Tetapi, karena berhubung dicharge Rp.120rebo sepiring, batal dah niat untuk menyantap sotong goreng tepung.

Gak mau kalah, akhirnya pake umpan ikan plata dah. Hasilnya, yah yang ada di photo berikut lah...hehe:D

Terakhir, juga dengan semangat pantang menyerah dan tahan malu, gw minta capella Yo-Zuri dari Singaporean itu dengan alasan buat kenang2an. Lumayanlah...katanya baru sekali pake dan dibeli di Singapore dengan harga $.11 per biji...Nambah koleksi bro;)

Monday, May 25, 2009

Hasil Trip Kelong Nongsa

Setelah semua persiapan selesai, bawa genset, lampu halogen and sedikit roti serta indomie, Saya, Kalvin dan Yuce segera tancap gas ke tempat gathering yang dijanjikan, disekitar parkiran nongsa. Kami agak telat sekitar 15an menit dari waktu yang dijanjikan. Kukira sudah pada nunggu teman-teman BatamFishing and crew Trans7, ternyata yang duduk nongkrong di kedai cuman Bos Ichang dan Syahrial yang lagi asyik nikmatin rokoknya. Sambil ngopi, kamipun berbincang-bincang tentang perihal liputan team Jelajah Trans7 dengan presenternya, Imelda Abdullah yang dengerin gosipnya, cantiknya nyaingin Luna Maya. kata Bos Ichang, mereka lagi survey ke Pulau Air Raja untuk liputan kehidupan nelayan sana, dan kalau sempat, kita-kita nih bakalan dimasukin ke Tipi.

Karena sudah agak gelap, kami pun turun duluan sebagai klotter pertama nyicipin nyumi di kelong pak Nurdin. Dengan semangat 45, arsenal pun disiapkan untuk menyandera cumi yang dinilai masih perawan capella. Tak lama, capella mulai berlayangan masuk ke laut dan karena keasriannya, para capella pun nyangkut di karang dan rumput. Aku pun mesti nyawerin 2 ekor capella kesayangan untuk laut Nongsa...(hiks...) 1 di karang, dan 1 lagi disamberin sampai putus talinya oleh si Jagger...(hiks...)

Yang pertama strike adalah Syahrial dengan sotong semampar ukuran sedang tapi imut...hehe..Sempat ngobrol dengan Andre Sastrogoogle dan Arip tentang hal-hal seputar dunia pemancingan Batam. Karena gelap, boncos, dingin dan capek, konteks obrolan pun beralih ke Mariaaaaa Ozawaaaa, Aura Kasih, dst dst....(hehe...maklum, para cuminos jantan semuanya)

Setelah beberapa jam, satu demi satu cuminos pada bobok didalam kamar kecil tanpa jendela. Aku gak habis pikir, gimana tuh mereka bisa tidur dengan bombardir gas racun dari salah satu cuminos, ingat, kamar kecil tanpa jendela....

Hasilnya gak terlalu memuaskan memang, dengan hasil sekitar 7 ekor sotong, 1 ekor todak ukuran besar, puluhan rinyau dan tamban. Akan tetapi para crew BatamFishing sangat menikmati malam kebersamaan dalam kegelapan ditemani oleh ribuan bintang di langit Nongsa. Walaupun crew Trans7 tidak sempat meliputi kami yang ganteng-ganteng ini karena gak sempat pulang dari Pulau Air Raja. Berbincang berbagi pengalaman dan tentang masa depan...(hehe...puistis kan)

Thanks buat Bos Ichang, Syahrial, Ryan/Serudo, Arip, Angga, Adhie, Andre, Andri. Kapan-kapan, kita balas dendam lagi di next chapter...

Tuesday, May 12, 2009

Trip nyumi BatamFishing di KTM

Tanggal 16 Mei ini, para anggota +/- 10 orang dari BatamFishing.com akan menginvasi cumi-cumi di KTM. Bagi siapa saja yang ingin turut menggempur, dipersilakan untuk hadir dan membawa senjata masing-masing. Pastinya, biaya pun masing-masing, ya...cheers

Berikut jadwal pasang surut tanggal 16 Mei 2009

Saturday, May 9, 2009

Sotong bulan terang...lagi

Hari Kamis dan Jumat, berangkat lagi pancing untuk mengetes mitos nyumi dibulan terang.

Kamis, 7 Mei 2009
Hari pertama, karena banyak urusan di kantor, kami berangkat agak terlambat. Biasanya sih sekitar jam 4an siang sudah sampai di lokasi, dan hari ini, tiba pada pukul 19an. Bersama dengan rombongan kami, ada teman baru yang k. utemui di toko Lautan Pancing, Bengkong, Ahua namanya. Penasaran karena selama ini tidak pernah dapat kalau nyumi, jadi janjianlah untuk ketemu di lokasi. Di lokasi, sudah berkumpul sekitar 6 penyumi yang pada akhirnya membawa pulang sekitar 3kiloan sotong and thoraks. Setelah semua persiapan selesai dan sempat berbagi sedikit ilmu nyumi, kami pun mulai bertempur. Khusus untuk malam ini, saya memakai squid jig Hemingway size 3.0 warna merah kilat. Begitu dilempar, langsung disambar sama sotong sepanjang sejengkal. Teman nyumi baru kita, Ahua, setelah beberapa kali mencoba, bisa menjaring 4 ekor sotong dengan size lumayan. Total tangkapan malam ini agak mengecewakan. Dengan hasil cuman lebih kurang 1Kg, dan 1 ekor ikan cucut kecil...kami pun berhenti sekitar jam 11an, karena arus air mulai kencang dan mancing seperti main layangan. dengan hati lumayan dongkol, kami berencana untuk kembali lagi besok malam.

Jumat, 8 Mei 2009
Hari kedua, karena kesal, bermaksud untuk balas dendam, kami ke lokasi lebih awal, sekitar jam 4an. Dan seperti biasa, ritual dimulai dengan memancing ikan kecil untuk umpan dengan sabiki size 4. Sialnya, tidak kena seekorpun. Tak seberapa lama, teman kita, Ahua, datang menyapa. Kayaknya, terkena racun cumi juga teman kita satu ini, hehe. Rupanya dia mendengar bahwa kita mau balas dendam dan datang lebih awal.

Pendek kata, dengan our trusted squid jig, daido merah, sotong-sotong pun pada kena tipu ama udang bohongan. Memang waktu yang paling ideal adalah saat langit menjelang gelap, dan air mulai pasang. Ahua bawa teman 1 orang yang betul-betul newbie soal nyumi. Karena semalam berhasil membawa beberapa ekor, maka dengan semangat 45 diapun mulai beraksi dan memberi pointers ke teman barunya. Saya sempat berkomentar bahwa justru newbie yang akan lebih cepat strike dan dapat paling banyak. Ternyata, memang banyak juga sotong yang ditarik naik sama fresh cuminos ini. Mungkin ada sekitar 7-8 ekor sotong sedang dan besar.

Sekitar jam 9an, air mulai surut dan arus kuat. Huangyu alias YuCe, salah satu contributor dari BatamFish ikut bergabung. Dengan modal umpan ikan srinding 5 ekor, pancing pun dipasang. Setelah sekitar 1/2 jam, dengan waktu yang berbarengan, daido saya ditarik sotong batu dan tusuk ikan YuCe ditarik oleh thoraks. Dengan hati riang gembira, permainan pun dilanjutkan. Hmm....setelah mencoba dan mencoba selama 1jam-an, no more happy faces. Joran disimpan dan tinggal tusuk ikan yang dipakai. Tak lama, ada tarikan !!! Joran digulung, dan yang naik, ternyata yang makan ikan sejenis kerapu (mungkin) yang hanya tinggal kepala dan separuh badan, dengan potongan yang sangat rapi seperti dipotong dengan pisau. kami semuapun menebak-nebak, bahwa mungkin sewaktu strike, ikan tersebut disambar lagi oleh hiu yang memang seri mangkal di KTM.

Hasil tangkapan: 1.7Kg

Tuesday, May 5, 2009

Sotong bulan terang

Hari ini, kita (aku n kalvin) membuat percobaan untuk melihat apakah langit dengan bulan terang benderang bisa mempengaruhi hasil pancingan. Mulai berangkat ke KTM pukul 15.30 dan acara dimulai dengan mencari ikan-ikan kecil dengan sabiki no.4. Hasil yang didapat, beberapa ikan selar kecil yang bisa digunakan sebagai umpan.

Mulai bosan dengan ikan kecil, langit sudah mulai gelap sekitar jam 17.45 dan air sudah mulai bergerak pasang. Pancingan yang sudah disiapkan mulai beraksi. Butuh waktu sekitar 1/2 jam sampai sotong pertama strike dijoran Kalvin. Lumayan gede, sekitar 7ons. Setelah itu, semua sotong-sotong dalam size bervariasi mulai bermunculan. Selama percobaan, aku banyak mengganti squid jig berbagai warna, merek, dan size. Bukannya bermaksud untuk promosi, ternyata memang tetap Daido yang lebih banyak strike. Yang saya pakai, Daido warna orange size 3.0 dan Kalvin, Daido warna merah size 3.0. Tampaknya, malam ini size 3.0 lebih menghasilkan dibanding size 2.5. Size sotongnya pun lumayan gede.

Sampai jam 11 malam, setelah menghitung, menimbang dan photo2 terakhir, hasilnya ternyata tidak mengecewakan. Dengan total 29 ekor sotong and thoraks, bobot total 3.6 Kg. Arus air mulai surut dan kencang, dan kami2 pun mulai berkemas untuk pulang.


Kesimpulan:
1. Kualitas air dan arus lebih berpengaruh daripada ada atau tidaknya bulan.
2. Daido murah meriah. Dan size 3.0 lebih mengundang dan strike dari sotong besar lebih memungkinkan.
3. Merek lain bisa dipakai asalkan warnanya merah, pink atau orange. Lebih bagus yang ada stripes hitam seperti corak harimau, dan kalau ada, yang diperutnya agak mengkilat seperti sticker hologram.

Saturday, May 2, 2009

kondisi air yang cocok untuk memancing sotong di ktm

Kondisi air sangat menentukan hasil pancingan. Dari survei kami yang setiap hari mancing di KTM Resort Tg. Pinggir, membuktikan bahwa ketika kondisi air yang baik untuk mendapatkan hasil yang maksimal adalah pada permulaan air pasang dan permulaan air surut.
Selain itu kita juga harus melihat posisi bulan. Karena posisi bulan sangat menentukan juga selain kondisi air. Ketika bulan terang sotong atau cumi tidak akan mau menyentuh udang2an yang kita punya. Ada juga walaupun bulan terang yang tertutup mendung itu juga merupakan waktu yang paling baik untuk memancing sotong. Selain itu juga ada lagi beberapa hal yang kita mesti pelajari untuk memancing sotong di KTM Resort. Ketika kondisi cuaca hujan kita tidak akan mendapatkan hasil yang baik n banyak tetapi kl kondisi cuaca gerimis sotong atau cumi akan timbul ke permukaan. Untuk mendapatkan kita harus menggunakan ikan yang ditusuk dengan candit ( istilah pancing yang banyak). Tanpa menggunakan candit kita akan kehilangan sotong atau cumi yang sudah ada tepat dari pandangan kita.

Pilihan udang-udangan yang paling tepat biasanya berwarna merah atau orange yang bermerk daido asli. Selain udang-udangan kita juga bisa menggunakan tusuk pancing yang ditusuk pada badan ikan kecil misalnya ikan rinyau, ikan pelata, ikan seriding atau ikan tamban yang masih fresh atau tidak bau.

Bagi pembaca selamat mencoba yach.
Ini semua menurut survey kami selama 3 bulan terakhir.
Thanks.


Friday, May 1, 2009

Panen Sotong di KTM

Semalam merupakan hasil terbaik dengan total strike 30 ekor sotong dan thoraks dengan berat lebih kurang 4Kilo. Kualitas air tidak begitu baik dan agak keruh dan sangat tenang.

Sotong pertama strike sekitar jam 18.00 setelah itu semua berdatangan. Air lumayan tinggi dengan bulan setengah penuh yang bersaing dengan lampu halogen kita. Squid Jig yang dipakai tetap yang menjadi kepercayaan, yaitu Daido warna merah size 2.50.

Gak semuanya dari hasil murni dipancing dengan squid jig. Ada sekitar 8 ekor didapat dari candit. Setelah dipelajari, ternyata yang big size semuanya pada ngumpul di kolong restaurant. Kagak perlu dilempar jauh-jauh. Ada security KTM yang ikut nimbrung mancing, posisi umpan ditaruh vertical persis di bawah resto. Katanya, ada terasa tarikan getaran kuat, begitu ditarik, eh, tinggal tali doank. Umpan hilang tak berbekas. Segede apa sotong yang di bawah? Penasaran, kita coba di posisi yang sama, yang dapat malahan cuman size 1/2 kiloan. Menurut pengakuan teman-teman, sehari sebelumnya, alias malam Jumat, mereka dapat beberapa ekor yang berukuran lebih dari 1 kilo. Pada ngangkat puluhan ekor juga malam itu, cuman kebanyakan gak makan pancing, yah, apalagi kalo bukan dicandit.

Lah, ada kejadian lucu. Teman kita, Ko Lim, yang suka mancing malam. Pancingnya yang dipasang bel di ujung joran berbunyi kencang. Kita semua pada excited siap-siap bidik dengan kamera ponsel kami. Dengan antusiasnya ditarik. Setelah kira-kira 3 menitan, eh, yang naik ternyata sepatu boot karet kiriman dari shipyard Sekupang. Cape deh...

Thursday, April 30, 2009

tips dan spot mancing sotong/ tips and spot for squidding

Berikut adalah tips yang saya dapat dari pengalaman selama menyumi dan memancing di Batam, serta didapat dari teman dan web. Ditujukan hanya sebagai referensi pribadi karena saya sendiri juga masih belajar.
The following are based on my fishing experience in Batam and tips gathered from friends and webs. It is meant only for my personal reference since I am still learning.

1. Umpan yang digunakan, paling bagus memang pasti umpan hidup. Boleh ikan rinyau (bisa dipancing dengan Sabiki paling bagus yang size 4) atau udang. Tetapi, second option, mungkin yang paling efisien dan efektif adalah memakai udang2an. Yang gw suka sih merek Daido squid jig tiger yang warna merah. Bagi gw, merah adalah warna yang paling attractive untuk sotong di Batam. Tetapi bagi yang lebih beruntung, di rekomendasikan untuk memakai capella pabrikan Yo_zuri atau Yamashita.
(1. Baits. Live baits are preferred. We can use rinyau (anchovies) that we can fished by using Sabiki size 4 or live prawns. But, the second option, and maybe the most effective and efficient way is to use a wooden or fiber capella or squid jig. I prefer red colored Daido Squid Jig Tiger. This jig is proven to be effective when used especially at KTM resort. For those who are more lucky, it is recommended to use squid jig from either yo-Zuri or Yamashita)


2. Waktu yang paling bagus adalah menjelang malam atau sekitar jam 17.30 sampai jam 18.00 dan setelah jam 20.00.
(2. The best time is when daylight fade to night or at around 17.30 or 18.00 or after 20.00)

3. Kondisi air tenang atau arus pelan dan jernih. Paling bagus ketika air mulai bergerak pasang.
(3. Slow water current and clear. It is the best when the water slowly move to high tide)

4. Tempat yang cocok untuk mancing adalah perairan dengan seabed yang berumput. Kalau tidak tahu, lihat saja lantai tempat orang biasa pancing. Biasanya kalau menemui sisa-sisa tinta sotong di batu atau lantai, itu adalah tempat yang ada sotongnya (thanks bro Ichang).
(4.The best location is water with seaweed bed. If you are not sure, just look for place where people usually fish and look for ink remains on the floor or rock. It means there are squids)

5. Umpan dipasang dengan timah bulat kecil sekitar 20cm - 60cm dari umpan (squid jig). Berat timah tergantung arus air saat itu. Posisi yang paling aku suka adalah membiarkan squid jig tenggelam sampai ke dasar baru ditarik beberapa kali meniru gerakkan udang dan biarkan jatuh lagi ke dasar. Resiko tersanggkut memang besar, tetapi apabila kita telah tahu kondisi dasar laut di tempat itu, maka resiko tersangkut dapat diperkecil.
(5. Bait is tied with a small round weight around 20-60cm from capella. The weight is adjusted depending on the current that day. Let it sinks to the bottom for a while and give a short jerk like immitating the movement of a live prawn. The risk of hooking our capella to the weed or rock is high. Make sure you know the condition of the seabed before you fish)

6. Pasang penerangan buatan. Boleh dengan lampu petromaks atau dengan lampu halogen 500 Watt diarahkan ke bawah [U]+[/U] sudut 70 - 80 derajat.
(6. Turn on artificial light. You can use a traditional kerosene lamp or with a halogen light aimed at around 70-80degree angle)

7. Tidak semua sotong akan mengejar umpan kita, kalau dikejar, biarkan bagian pantat squid jig menghadap sotong dan digerakkan pelan2 untuk memancing perhatian, apabila dimakan biarkan beberapa detik biar tersangkut baru ditarik. Bila tidak dikejar, biarkan squid jig tenggelam sedikit dan ditarik lagi untuk menambah nafsu makannya. Bila semua ini tidak berhasil, saatnya candit berbicara.
(7. Not all squid will go for our capella. When they do, let the rear of the squid jig faced the squid and moved slowly away from them to attract their attention, when eaten, give some time for the to really bite it and give a short jerk to hook it. If it's not taken, let the jig sink a bit and jerk it to attract more attention. When all that don't work, hook it with 5 eyed fish hook)

8. Apabila strike, jangan langsung ditarik / digulung ke atas. Biarkan sotong menyemburkan tintanya sampai habis di laut baru diangkat. Karena apabila tintanya disemburkan ke baju anda, anda boleh mengantar baju anda ke tong sampah..hehe
(8. When strike, 'do not' immediately reel it up. let the squid squirt their ink a few times and then you can pull it up. Because it will be very nasty when they squirt their ink on you shirt)

Untuk spot pancing, ada beberapa di Batam. Antara lain:
Few squid fishing hot spot in Batam
1. KTM resort. Dulu gratis, sekarang rp.30.000 per orang dengan voucher yang dapat diganti dengan segelas minuman tertentu. Apabila anda tamu nginap, berbahagialah...hehe
(1. KTM resort. It was FOC but now Rp.30k per head with a voucher that can be exchanged with a glass of drink. If you stay there, you can still fish for free)

2. Pelabuhan Kabil. Gratis, nego dengan security. Atau contact mbah Ichang.
(2. Kabil container port. FOC, just negotiate with the security there..)

3. Restaurant di Jembatan IV Barelang. Gratis, asal pesan minum (supaya gak malu2in)
(3. Restaurant at Rempang island, FOC, but order a few drink so that you won't embarassed yourself)

4. Coming soon...

Wednesday, April 29, 2009

Pancing Sotong di KTM


Belakangan ini, aku lagi gila mancing sotong. Beberapa minggu terakhir ini, cuaca memang tidak menentu. Hujan deras, angin kencang. Tetapi banyak sotong yang bisa dipancing.

Beberapa spot pancing sotong yang aku tahu sampai saat ini adalah KTM, Kabil, dan restaurant yang ada di jembatan IV. Namun yang paling nyaman dan enjoy, masih di KTM. Rata-rata setiap pulang bisa ngantongin sotong lebih kurang 2Kg dengan size yang paling besar 1Kiloan (nggak sempat difoto :p). Mancing di KTM dulu masih gratis tanpa obligasi alias mancing gak usah belanja. Tapi sekarang setiap pemancing dikenakan Rp.30.000 per orang per voucher dimana bisa diganti dengan segelas minuman tertentu.

Selasa kemarin, dapat sekitar 2.5Kg. Lumayan buat cemilan sotong goreng tepung (hehe). Sebagian hook dipancing, dan beberapa hasil candit dari para ahli candit yang telah melewati training 1 minggu.

Setelah beberapa saat terbiasa untuk mancing dan berexperiment khususnya untuk sotong, aku menilai bahwa umpan yang paling bagus adalah udang-udangan merek Daido Squid Jig Tiger yang berwarna merah. Pasang dengan timah bulat kecil (tergantung arus) sekitar 20cm dari umpan. Udang dibiarkan tenggelam sampai ke dasar dan di tarik pelan-pelan. Biasanya kalau setelah ditarik udang kita tersangkut rumput, berarti kedalamannya sudah benar. Biasanya, yang sangkut adalah sotong besar sekitar 3 - 5 ons. Kalau mancingnya float alias tidak sampai ke dasar, biasanya size sotongnya kecil dan kebanyakan adalah jenis thoraks.