Showing posts with label berita terkini. Show all posts
Showing posts with label berita terkini. Show all posts

Monday, June 11, 2012

trip mancing pulau tunjuk kepulauan riau

pertama kali diajak teman nge trip ke pulau tunjuk sangat berkesan, pulau yg jumlah penduduknya hanya 22KK, dan sudah pasti rata- rata mata pencarian mereka adalah nelayan, baik budidaya atau mengandalkan hasil tangkapan ikan di laut.

berangkat dari nagoya menuju ke punggur, karena hanya dari punggur lokasi yg sangat dekat dan aman untuk melakukan perjalanan ke pulau tunjuk. sebenarnya ada satu lokasi lagi namanya tanjung piayu, namun tempatnya terlalu jauh dan agak terpencil.

sampai di punggur sekitar jam 3 sore, kami sudah di tunggu oleh tekong yaitu bang jo,
dengan pompong ukuran sekitar sedang, setelah memuat perbekalan dan alat2 pancing perlahan pompong bergerak meninggalkan pelabuhan punggur menuju pulau tunjuk.

selama di perjalanan pemandangan biasa yg dilihat kalau berpergian menggunakan ferry dari batam - tanjung pinang, terasa lebih berkesan, karena lokasi pulau tunjuk dekat dengan jalur ferry batam - tj pinang, namun dengan menggunakan pompong yg mengambil jalur lebih dekat dengan pulau membuat pengalaman yg berbeda.
pantai pasir putih di pulau tunjuk

tepat sekitar 1 jam waktu berjalan, maka sampailah kami pada spot mancing yg pertama, lokasinya ga jauh dari pulau tunjuk, karena saya baru pertama mancing di pulau tunjuk, maka banyak bertanya kepada teman dan tekong biar strateginya tepat sasaran, karena kebiasaan mancing di suatu tempat pasti ada perbedaan, masing2 tempat memiliki ciri khas, contoh, panjang leader, ukuran dan jenis umpan yg dipakai dll...

menuju pulau tunjuk 



mr hendra first strike


 ketarap

menurut teman2 yg sudah biasa mancing di pulau tunjuk, mancing antara jam 16.00 - 18.00wib adalah untuk cari lauk makan malam, teryata bener, ikan2 karang serta ikan sagai cukup untuk menambah menu makan malam, setelah hari mulai gelap kami bergerak menuju rumah bang jo, posisinya persis di tepi laut, pompong lansung merapat di tepi rumahnya, disambut oleh istrinya dan ternyata sudah di siapkan makanan khas ala laut...

gong gong, kapis, kepiting, dan ikan hasil pancingan sore, dimasak secara sederhana namun rasa istimewa
makan di rumah bang jo

setelah menikmati makan malam yg sangat istimewa, serta istirahat sebentar sekitar jam 21.00 kami berangkat menuju spot mancing berikutnya, setelah sampai maka dengan tidak membuang waktu kami langsung menurunkan pancing yg sebelumnya sudah di siapkan di rumah bang jo,

Di pulau tunjuk hasil ikan memang tidak begitu banyak dibandingkan pulau buaya, namun apabila kondisi arus dan air bagus ikan kakap merah, kakap putih dan kerapu ukuran jumbo yg menjadi sararan para pemancing.
hasil pancingan malam

ikan jahan
ikan belang,
walau target tidak tercapai, namun hasil cukup memuaskan, apalagi dapet ikan belang...
setelah pagi, kami putuskan untuk kembali ke pelabuhan, ternyata ada kejutan lagi dari bang jo, katanya mampir ke rumahnya dulu untuk sarapan, istrinya sudah menyiapkan indomie rebus, teh , kopi serta kue khas pulau.....bener2 trip yg sangat istimewa....


untuk trip pulau tunjuk biaya tidak begitu banyak :

kapal + umpan Rp.900.000,-
karena di masakin makan malam dan sarapan kami tambah sekitar Rp. 200.000 untuk istrinya, karena kalau di bandingkan dengan makan di restaurant seafood dengan menu yg sama bisa lebih dari Rp. 400.000 untuk biaya makan 4 orang,

tips trip ke pulau tunjuk :

  • target fish ikan ungar, kakap merah dan kerapu siapkan umpan segar, bisa di pesan sebelumnya ke bang jo untuk cari ikan kecil atau cumi segar
  • tidak perlu bawa makanan yg banyak,karena makan malam akan di sediakan atau kita bisa pesan sebelumnya, kalau mau sesuai selera bawa bahan2 mentah seperti sayuran, ayam, daging, telur nanti akan di masak oleh istri bang jo sesuai permintaan, tapi jangan lupa sekalian bawa bumbunya, apalagi cabe, di pulau susah mendapatkannya.
  • bawa makanan ringan / snack, kopi , teh dan gula dan untuk sarapan pagi tinggal pilih, mau nasi atau mie rebus bawakan mie instan secukupnya.
  • dan jangan lupa safety first, pelampung jangan lupa di bawa untuk jaga- jaga.
bang jo HP : 081372024884, 082173499363

Sunday, June 10, 2012

Mancing siang di petong - barelang, kepulauan riau, 10 juni 2012

Trip mancing siang .
lokasi : pulau petong, barelang - kepulauan riau
Target : ikan2 karang, tenggiri, selar, gembung dan ikan sagai
Umpan : udang hidup
arsenal : rod + reel ukuran ringan - sedang, hand line ( 30lbs ), dan jangan lupa rawai
Team : rizal, vincent, achai dan dirman
Tekong : pak amin, air lingka 083191135762

dimulai dari rencana sekitar 1 minggu lalu, akhirnya kami dapat giliran juga, karena untuk mendapatkan kesempatan mancing dengan tekong yg bagus serta spot mancing yg ajib harus berebut dengan para pemancing lainnya.

perjalanan dimulai dari jam 5 pagi, dimana harus menyiapkan bekal dan yg pasti umpan, di pastikan harus memakai umpan segar yaitu udang, ada beberapa jenis udang, tapi hanya jenis udang pasir, penduduk setempat menamakan udang tersebut demikian adalah yg sangat baik untuk di jadikan umpan mancing siang, apalagi kalau didapat masih dalam keadaan hidup ( fresh ).

Rizal, sang tekong baru dari Batam
Vincent aka Shiro berpose didepan jembatan 6

setelah semua bekal dan peralatan lengkap, kami menuju ke barelang, perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam dari kota batam, cuaca sangat mendukung dan dengan semangat yg tinggi, kami akhirnya sampai dengan selamat di rumah pak amin, walau ada sedikit kekhawatiran, karena sekitar beberapa hari yg lalu salah satu  jembatan yg menghubungkan pulau galang dan galang baru rusak parah akibat di tabrak oleh kapal yg hanyut.
Jembatan 6 yang di tabrak oleh kapal lepas jangkar

Jembatan 6 dari bawah bergeser 150cm dari pondasi

setelah semua bekal di muat ke kapal ( pompong ), sekitar jam 8.30 kami mulai bergerak menuju spot awal, perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam, target ikan karang dan ikan rawai, setelah sampai kami membuat menjadi 2 team dan tugas masing2 team, team 1 khusus mancing ikan2 rawai, sementara team 2 khusus mancing dasaran ( ikan2 karang ), ternyata cukup efektif, selain konsentrasi menjadi lebih baik dan ikan yg didapat pun sesuai dengan target, namun hampir 2 jam mancing di spot pertama ikan ketarap yg menjadi target awal belum juga dapet,,,biar menambah semangat tidak lupa kami membawa alat fish finder, lumayan ada hiburan, karena alarmnya bunyi mulu....menandakan ada ikan di bawah, memang bener sih, semenjak berlabuh rata2 strike ikan2 karang dan rawai, tidak putus2, sampai akhirnya kami putuskan untuk pindah spot yg ke 2, karena ikan sudah mulai hilang.

berharap mendapatkan kejutan lain di spot ke 2, setelah perjalanan sekitar 1 jam ternyata hasilnya tidak memuaskan, bener saja...fish finder yg tadinya berisik, udah hampir 30 menit di spot ke dua ga ada suara alias membisu, mulai pada ngantuk gara2 ga ada kegiatan akhirnya kami sepakat untuk pindah ke spot berikutnya, cukup jauh juga memakan waktu sekitar 1,5 jam,

sambil menikmati segarnya buah semangka di siang hari yg cukup panas, menambah semangat untuk fight di spot ke 3. setelah sampai di lokasi sekitar jam 14.30 seperti  biasa, tanpa tunggu aba2 langsung mancing, dan yg mambuat semangat fish finder mulai berisik lagi, namun karena target di spot 3 adalah ikan rawai ( selar, sagai, gembung ) arus laut masih lemah, ikan masih belum ganas, menurut informasi dari tekong. ikan2 mulai makan pada saat arus mulai bergerak sampai cukup kuat.

sambil menunggu arus, iseng2 mancing dasaran, ternyata cukup asik juga, dengan memakai alat pancing ukuran ringan, strike ikan2 ukuran kecil 3-4 ons terasa sangat mengasikkan, melihat rod yg melengkung habis, drag yg sedikit di kendurkan, alhasil seperti melawan ikan2 size besar.....

setelah menunggu hampir 1 jam arus mulai jalan, akhirnya dimulai pesta srike ikan selar dan sagai, walau yg naik paling banyak 2-3 ekor, namun durasinya sangat cepat, ga sampe 2 menit ikan sudah menyambar umpan kami, sampai matahari mulai tenggelam, kami putuskan untuk kembali ke pulau, karena hasil yg didapat sudah cukup banyak, serta cukup puas untuk trip kali ini, perjalanan pulang ke pulau memakan waktu 1,5 jam, sampai di rumah pak amin waktu sudah menunjukkan jam 19.00.

saatnya bagi2 ikan, biar adil dan semuanya mendapatkan hasil yg sama maka ikan2 yg kami dapet di kumpulkan, ada 5 jenis ikan yg kami dapet hari ini, selar, sagai, tamban + pelata dan campuran ikan2 karang. setelah di bagi rata ternyata hasilnya cukup banyak, rata2 sekitar 8-9kg ikan yg kami bawa pulang per orangnya....

hasil panen trip kali ini

ditunggu trip berikutnya...

posted by RIZAL_VTEC


News update on Acuan's kelong

Because there are so many inquiries on fishing trip at Acuan's kelong, I hereby sincerely apologize for the late update. Due to typhoon, which had tore aparts the kelong, there won't be any trip on this kelong anymore. I will update on a better kelong with accommodation and fishing package on Akau's resort. Once again, I sincerely apologize for this late update. Dikarenakan kelong Acuan hancur diterjang angin topan, semua paket Tour ke kelong Acuan ditiadakan lagi. Maaf untuk update yang sedikit terlambat...saya akan mengupdate paket Tour baru ke kelong yang lebih bagus yang dikelola oleh Pak Akau. Tunggu update kami...

Saturday, June 9, 2012

FISHING TRIP AFTER SO LONG

 It has been months since I last wash my fishing arsenals with sea water. And finally, I have the chance and time to go and dip them in and try to lie some fish with lures. This trip, we went to Pulau Buaya that known as one of the fishing paradise for monster fish among people around Riau Islands. To go there, we have to drove from Batam to Pulau Galang Baru for around one and a half hour, and then boat trip to the South for almost 3 hours. The fare for a 2 day fishing ranges from Rp. 2,8 Million to Rp. 3 Million not inclusives of baits. We brought along some squids for baits that day. Water is quite clear and the weather was a bit cloudy.

we arrived at around 6PM on our first spot. Feeling excited, we hook on the first bait with live fish that we caught moment ago, and within few minutes, a strong jerk on the rod and the fighting begin. It only took 6-7 minutes to know who win the fight. It was a 8kg Queen Fish (ikan talang). Not a bad start afterall....

After that, due to the baits that we bought were not fresh enough, and some of them have gone smelly, the rest of the night, we were ended only with some mediocre sized fish which not worth to mention.

Disappointed by our last trip, we decided to plan another trip for the week after. Now with better preparation, we bought 3kg of "live squids' from the local fisherman. We managed to fished up a 17kg rare shovel head ray, 15kg sting ray, and some good sized fish. The water condition is beautiful, but we were visit by a rain storm at around 2AM with strong west wind and 2-3 meter waves. If there was no storm that night, I believe, it will be a monster fish frenzy for us.



Tomorrow, I'm gonna go for another fishing trip. Who wanna come along?


Saturday, October 10, 2009

Finding the mood back...

It has been ages since I fished last time. There's no urge for me to fish at all. It is not because I don't have time because of too much jobs waiting for me to be done. On the contrary, I have all the time in the world to fish, but I just don't wanna.

Recently, I just purchased a fishing boat and been looking of what type of machine to be properly fitted to the boat. My choice fall to 200HP out board motor from Yamaha. It consumes 70 liter of gasoline for every hour, I just hope that it can run as fast as it drinks too. My initial intention is too have a private fiberglass boat decent enough for me to take for fishing with some friends. Not too fancy, just decent enough. I just hated the small sampan that I usually chartered. Too tiring and shaky. Not too mention lots of excuses made from the tekong whenever there's no fish at the so called "secret spot"...

I discussed with wife on paint job for the boat. Jokingly, I suggested it to be painted in Hello Kitty colors and named it Kitty Boat....she agreed and that's what we'll do to the boat...hehehe...

No pics for the boat at the moment, since I would like people to look at her when she's pretty with all the make up on...

Pray to God that the boat can be taken out for her grand tour by next week to explore more secret fishing spot shared by friends...wish me luck guys....

Tuesday, August 4, 2009

Squid season is here again!!!! Hurray...

These few days, squids are coming back again. Water is perfect and the habitat underwater is getting better. Seaweeds have grown back. And no more further explanation needed since picture says a thousand words....





Monday, June 29, 2009

Fear of Fish / Phobia terhadap ikan

Fear of fish or ichthyophobia may refer to various cultural phenomena, such as fear of eating fish, or fear of dead fish, as well as to a specific phobia.

Hari ini, saya bertemu dengan satu pemancing yang mempunyai "kelainan" yang sangat unik. Saya menyebut kelainan, karena dia mempunyai phobia yang sangat-sangat jarang ditemui, dan baru kali ini dalam hidup saya menjumpai kasus demikian. Ali (samaran) mempunyai phobia atau ketakutan yang amat sangat terhadap ikan. Tak peduli itu ikan besar maupun ikan kecil. Menurut Ali, sewaktu kecil dia pernah bermimpi dimakan ikan. Dan mulai sejak itu, Ali takut terhadap ikan dan jangankan keberanian untuk memakannya, bahkan melihatnya saja dia takut. Yang uniknya lagi, dia suka mancing.
Today, I met with someone who have "weird" phobia. I called it weird because during my lifetime, this is the first time I'd heard this kind of phobia. Ali (not real name) have the fear of fish phobia, and a very serious one no matter what size the fish is. According to Ali, he had a dream as a child about being eaten alive by fish. And after then, Ali scared of fish, don't say of eating one, he can't even see one. Another weird thing is he likes fishing.

Malam ini, dia main handline mancing sotong di KTM. Strike pertama, cumi jarum ukuran sedang yang langsung ditariknya ke atas tanpa babibu. Untuk tinta cumi jarum gak banyak, kalau enggak, hitamlah kita semua. Selang 1 jam, terlihat dia mulai menarik lagi "sesuatu" yang berat dari dalam laut. Begitu naik kepermukaan, ternyata sotong batu ukuran hampir 2Kg!!! Begitu nampak, Ali langsung teriak,"APA ITU!!!" sambil melempar benang pancingnya ke teman pancing yang berada disebelahnya dan dia lompat ke atas lantai yang lebih tinggi...hahahha....Sayangnya, karena sotong batu kumisnya pendek dan gak menancap dengan sempurna, sotong batu mendapatkan kesempatan hidup sekali lagi...kekeke...
Tonight, he handlined for squid at KTM. First catch was a moderate size aero squid which he pulled without delay. Luckily, aero squid doesn't have much ink, or else we were all covered with black squid ink. After around 1 hour, he was like pulling something heavy from the sea. By the time the thing emerges, it was a Baktao that weight around 2Kg!!! When he saw it, he immediatelly shout,"WHAT'S THAT!!!" and throw his line to somebody next to him and jumped to higher floor...hahahah...but pittily, because Baktao have shorter tentacles and didn't hook nicely to the egi, the squid have a second chance to live...

Aku malam ini, mendapatkan beberapa sotong size sedang dan 1 ekor yang berukuran lebih kurang 1 Kg. Waktu siang hari, kami berhasil memancing beberapa ekor todak yang dibohong dengan umpan udang. Sekarang, aku kehabisan egi Yo-Zuri dan sedang menunggu beberapa teman dari Singapore yang aku kenal dari web untuk membawa pesanan beberapa koleksi egi ke Batam. Di Batam, sangat susah untuk mendapatkan egi keluaran Yozuri, yang ada pun cuman sisa-sisa model lama. Mungkin karena harga yang hanya bisa dibeli oleh kalangan tertentu dan oleh orang yang benar-benar mencintai nyumi. Setelah menggunakan egi bagus, aku seperti kehilangan kepercayaan kepada merek yang lebih murah. Seperti kurang "main"lah. Memang merek tidak begitu bermasalah dibanding teknik, tetapi akan sangat membantu apabila dipadu dengan teknik yang bagus. Sekarang, aku menggunakan egi Yozuri laser color yang mulai menampakkan potensial sebagai cumi killer berikutnya.
I caught some medium sized squid and 1 that weight around 1 Kg. At daytime, we also caught some todak. I had ran out of Yo-Zuri egi and still waiting from friends from Singapore that I know from the web to bring in some new fresh egi which I ask them to help to find. It's very difficult to find this brand in Batam, only some very old leftover. Maybe because of the price that only few people can afford to buy and have high interest in squidding. After using good brand egi, I seemed to lack of confident in using cheaper egi. It just doesn't have the kick. Althought I believe that expensive brands is not a guarantee to strike big compared to good technique, but it will boost the hit rate if combined. Currently, I was using the laser color Yozuri squid jig which was very potential in hitting big fin squid.



Tuesday, June 2, 2009

Boat Survey

Hari ini, bersama anggota keluarga dan mertua pergi untuk survey kapal fibre di jembatan 2, Barelang. Boat fibre dengan panjang 8 meter tampak lumayan untuk dijadikan koleksi pertama kapal2an keluarga..hehe..cuman sayangnya, mesti banyak yang mesti dikerjakan setelah dibeli. Mesti mikirin mau pasang motor sebesar apa supaya larinya kencang dan gak sakit di kantong. Mesti dibersihkan dasarannya dari lumut dan karang dan dicat ulang supaya kinclong. Mesti hunting Fish Finder dengan GPS. Wuih...masih lumayan banyak duit yang mesti dikeluarkan supaya jadi boat ideal.

Dengan adanya box air untuk umpan hidup dan kamar tidur yang lumayan luas didepan kapal, boleh dikatakan sudah cukup nyaman untuk dijajal diperairan Batam dan sekitarnya. Atas kebaikan hati penjualnya, kapalnya boleh didocking di tempat yang bakal menjadi resto miliknya dengan cuma-cuma alias gratis dengan hanya menambal sedikit biaya untuk penerangan. Yah, sekitar 300ribuan lah sebulan...

Mudah-mudahan setelah dicek nantinya, kapal ini dapat dibungkus secepatnya dan dijalankan untuk mengexplore spot potensial sampai habis-habisan dengan teman-teman yang sehati.

Today, I have a trip with my family and in-laws for boat survey at 2nd bridge island at Barelang. The fibre boat with a length of 8 metre looks quite promising to be the first boat collection of the family. But stilld, so many things in the list that still need to be done after the acquisition. I have to decide the size of the motor that is powerful enough yet gentle on the pocket. I have to clean the bottom of the boat from algae and corals then repainted it to showroom finish. And still have too hunt for a Fish Finder with GPS. Still have to fork out quite a sum of cash to make this boat to my desired one.

With an built-in live well and a sleeping cabin big enough to squeze in 4 peoples in the front of the boat which I think could be a comfortable place to rest when exploring the surrounding water. With the kindness of the seller, I am allowed to dock the boat at his future-to-be restaurant with just returning the favor by paying rp.300k per month just for the lighting to the boat.

Let's just hope that after the final condition checking, I can have this boat wrapped up ASAP so that I can explore the potential spots with some friends.
foto di dock /present condition on dock

bapak mertua ingin merasakan jadi tekong kapal
father-inlaw wanted to know how it feels behind the wheel

Dua anak kembarku, Michael dan Emily
My dragon-phoenix twin